Untuk menjadi Data Analyst, Anda tidak harus berasal dari satu jurusan tertentu. Beberapa jurusan yang paling relevan adalah Sains Data, Statistika, Informatika atau Ilmu Komputer, Sistem Informasi, dan Matematika. Kelima jurusan tersebut sama-sama bisa menjadi jalan menuju profesi Data Analyst karena membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis, statistika, pemrograman, database, hingga pengolahan data.
Meski begitu, setiap jurusan memiliki fokus pembelajaran yang berbeda. Ada yang lebih kuat di sisi matematika dan statistika, ada yang lebih banyak mempelajari coding, dan ada pula yang menggabungkan teknologi dengan kebutuhan bisnis. Karena itu, memilih jurusan untuk jadi Data Analyst sebaiknya disesuaikan dengan minat dan kemampuan Anda.
Data Analyst Kuliah Jurusan Apa?
Data Analyst adalah profesi yang bertugas mengolah dan menganalisis data agar bisa digunakan untuk membantu pengambilan keputusan. Dalam pekerjaannya, seorang Data Analyst biasanya berhubungan dengan data mentah, database, statistik, dashboard, serta penyajian insight kepada tim atau perusahaan.
Karena pekerjaannya cukup luas, tidak ada satu jurusan yang menjadi satu-satunya jalan untuk masuk ke profesi ini. Namun, beberapa jurusan memang memiliki kurikulum yang lebih dekat dengan kebutuhan Data Analyst dan dapat memberi fondasi yang lebih kuat sejak kuliah.
5 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Jadi Data Analyst

Setiap jurusan di bawah ini memiliki keunggulan yang berbeda. Anda bisa membandingkan fokus pembelajarannya, lalu menyesuaikannya dengan kemampuan yang paling Anda sukai.
1. Sains Data
Sains Data menjadi salah satu jurusan yang paling langsung berkaitan dengan profesi Data Analyst. Mahasiswa biasanya mempelajari statistika, pemrograman, pengolahan data, machine learning, visualisasi data, hingga big data.
Jurusan ini cocok untuk Anda yang sejak awal sudah tertarik dengan dunia data dan ingin belajar secara lebih terarah. Selain menjadi Data Analyst, lulusannya juga memiliki peluang berkarier sebagai Data Scientist, Business Intelligence Analyst, atau profesi lain yang berkaitan dengan pengolahan data.
2. Statistika
Statistika merupakan jurusan yang sangat kuat untuk membangun kemampuan analisis data. Mahasiswa akan banyak belajar tentang probabilitas, metode statistik, regresi, sampling, pengolahan data, serta cara menginterpretasikan hasil analisis.
Jurusan ini cocok untuk Anda yang menyukai angka dan analisis, tetapi tidak ingin terlalu fokus pada pengembangan software. Kemampuan statistika sangat penting bagi Data Analyst karena membantu memahami pola, hubungan, dan tren dari suatu kumpulan data.
3. Informatika atau Ilmu Komputer
Informatika atau Ilmu Komputer juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk calon Data Analyst. Jurusan ini biasanya memiliki porsi yang lebih kuat pada pemrograman, algoritma, database, data mining, dan teknologi pengolahan data.
Keunggulan jurusan ini ada pada kemampuan teknis. Jika Anda tertarik belajar coding dan ingin memiliki peluang berkembang ke bidang seperti Data Engineer atau Data Scientist, Informatika bisa menjadi pilihan yang cukup fleksibel.
4. Sistem Informasi
Sistem Informasi berada di antara bidang teknologi dan bisnis. Mahasiswa biasanya mempelajari database, pemrograman dasar, analisis sistem, proses bisnis, manajemen, dan pemanfaatan teknologi dalam organisasi.
Jurusan ini cocok untuk Anda yang tertarik pada data tetapi juga ingin memahami bagaimana data digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis. Lulusan Sistem Informasi juga cukup dekat dengan profesi Business Analyst, Business Intelligence, maupun Data Analyst.
5. Matematika
Matematika juga dapat menjadi dasar yang kuat untuk berkarier sebagai Data Analyst. Mahasiswa akan banyak belajar tentang logika, kalkulus, aljabar linear, probabilitas, pemodelan, dan penyelesaian masalah kuantitatif.
Jurusan ini cocok untuk Anda yang memang menyukai matematika dan ingin memiliki kemampuan analitis yang kuat. Namun, agar lebih siap masuk ke bidang Data Analyst, Anda biasanya perlu menambah kemampuan praktis seperti SQL, Python, spreadsheet, dan visualisasi data.
Skill yang Perlu Dipelajari untuk Menjadi Data Analyst
Jurusan kuliah memang penting, tetapi dunia kerja juga melihat kemampuan praktis yang Anda miliki. Karena itu, mahasiswa sebaiknya mulai mempelajari beberapa skill teknis sejak kuliah agar lebih siap ketika mencari magang atau pekerjaan.
1. Microsoft Excel atau Google Sheets
Spreadsheet masih banyak digunakan dalam pekerjaan Data Analyst, terutama untuk pengolahan data sederhana. Anda perlu memahami formula, Pivot Table, sorting, filtering, dan fungsi analisis dasar.
2. SQL
SQL digunakan untuk mengambil dan mengolah data dari database. Skill ini termasuk salah satu kemampuan yang paling sering dibutuhkan dalam pekerjaan Data Analyst.
3. Statistika Dasar
Anda perlu memahami konsep seperti rata-rata, distribusi, korelasi, regresi, dan interpretasi data. Pengetahuan ini membantu agar analisis tidak hanya berhenti pada angka, tetapi juga memiliki makna.
4. Python atau R
Python dan R dapat membantu ketika Anda harus mengolah data dalam jumlah besar atau melakukan analisis yang lebih kompleks. Keduanya juga banyak digunakan dalam bidang data dan analitik.
5. Data Visualization
Data Analyst perlu mampu menyajikan hasil analisis dengan jelas. Tools seperti Power BI atau Tableau sering digunakan untuk membuat dashboard dan visualisasi data yang lebih mudah dipahami.
6. Business Understanding
Data Analyst tidak hanya bekerja dengan angka. Anda juga perlu memahami masalah bisnis agar bisa menentukan data apa yang perlu dianalisis dan insight apa yang paling berguna.
Cara Memilih Jurusan Kuliah untuk Jadi Data Analyst
Memilih jurusan sebaiknya tidak hanya berdasarkan nama jurusan yang terdengar paling dekat dengan pekerjaan Data Analyst. Anda juga perlu melihat isi kurikulum, kemampuan yang ingin dikembangkan, dan pilihan karier lain yang tersedia setelah lulus.
Beberapa hal berikut bisa menjadi pertimbangan sebelum menentukan jurusan.
- Lihat mata kuliahnya, bukan hanya nama jurusannya. Periksa apakah ada materi statistika, database, pemrograman, data mining, atau visualisasi data.
- Sesuaikan dengan kemampuan yang Anda sukai. Jika suka matematika, Statistika atau Matematika bisa dipertimbangkan. Jika suka coding, Informatika atau Sains Data mungkin lebih cocok.
- Perhatikan peluang karier selain Data Analyst. Misalnya, Informatika juga membuka peluang menjadi Software Engineer atau Data Engineer, sedangkan Sistem Informasi bisa mengarah ke Business Analyst.
- Pilih kampus dengan kurikulum data yang kuat. Perhatikan juga apakah kampus memiliki laboratorium, program magang, proyek data, atau kerja sama dengan industri.
- Bangun portofolio sejak kuliah. Cobalah membuat dashboard Power BI, analisis data Excel, query SQL, atau proyek Python sederhana agar kemampuan Anda bisa terlihat secara nyata.
Apakah Bisa Jadi Data Analyst dari Jurusan Lain?
Bisa. Profesi Data Analyst tidak hanya terbuka untuk lulusan lima jurusan di atas. Mahasiswa dari Ekonomi, Akuntansi, Teknik Industri, Manajemen, dan jurusan lain juga dapat masuk ke bidang ini selama memiliki kemampuan analisis dan skill teknis yang dibutuhkan.
Jika berasal dari jurusan yang tidak terlalu dekat dengan data, Anda bisa menambah kemampuan melalui kursus, proyek mandiri, bootcamp, atau sertifikasi. Fokuslah mempelajari spreadsheet, SQL, statistika, visualisasi data, dan dasar pemrograman agar lebih siap bersaing.
Ada beberapa jurusan kuliah untuk jadi Data Analyst yang bisa Anda pilih, yaitu Sains Data, Statistika, Informatika atau Ilmu Komputer, Sistem Informasi, dan Matematika. Masing-masing jurusan memiliki kekuatan yang berbeda, mulai dari statistika, pemrograman, analisis bisnis, hingga pemodelan.
Pilihan terbaik tetap bergantung pada minat dan kemampuan Anda. Jika sudah memiliki target menjadi Data Analyst, pilih jurusan dengan porsi pembelajaran data yang kuat dan mulai bangun skill praktis sejak kuliah.
Dengan kombinasi pendidikan yang tepat, kemampuan teknis, dan portofolio yang baik, peluang untuk masuk ke profesi Data Analyst akan terbuka lebih lebar.
